KERANGKA TEORI

Menurut teori dinamika persenjataan dari Barry Buzan dan Eric Herring , aksi-reaksi akan terjadi jika satu negara meningkatkan kemampuan pertahanan dan persenjataannya. Hal ini turut menjelaskan soal perkembangan persenjataan dari zaman dahulu hingga ke zaman modern. Fenomena yang menarik adalah bahwa senjata pada awalnya hanyalah alat sederhana sebagai buatan tangan manusia hingga akhirnya menjadi senjata berbasis teknologi modern dan tak mudah dimiliki oleh semua orang. Meskipun demikian, persenjataan tradisional saat ini masih digunakan oleh suku pedalaman, seperti di Indonesia.

Menurut Buzan, dinamika berupa pembangunan persenjataan juga disebut sebagai self-stimulating, bahwa persaingan militer antar negara di mana usaha meningkatkan kemampuan pertahanan salah satu pihak akan menimbulkan ancamana baru bagi pihak lain. Buzan juga mencatat bahwa peningkatan kemampuan sistem persenjataan suatu negara tidak selamanya berlangsung dalam suatu proses kompetisi yang ketat dan tidak selalu dimaksudkan untuk mencapai kemenangan. Tetapi, misalnya bisa saja ditujukan untuk menjadi simbol superioritas suatu negara. Tentunya, dengan modal kekuatan militer dan senjata, sebuah negara mampu menggertak negara lain, bahkan menggerus dominasi negara lain. Inilah alasannya mengapa setelah Perang Dingin pun, Rusia tetap gencar meningkatkan persenjataannya dan Amerika Serikat sangat gencar mencegah agar negara-negara lain tidak memproduksi senjata baru yang lebih canggih dan mematikan. Oleh karena itu, ini dapat menjelaskan alasan mengapa Amerika Serikat sangat takut apabila Iran atau Korea Utara mampu memproduksi senjata nuklir, atau selalu mengikuti perkembangan dari setiap teknologi senjata Rusia yang baru.

Lebih lanjut dinamika persenjataan dapat berlangsung mengikuti beberapa pola. Salah satunya adalah model aksi – reaksi, yang sangat relevan dengan perspektif realis hingga saat ini. Model ini beranggapan bahwa negara-negara memperkuat sistem persenjataan mereka karena anggapan adanya ancaman dari luar. Ancaman luar membuat aktor-aktor negara yang rasional akan selalu berupaya meningkatkan pertahanannya agar terwujud kata aman. Selain itu, dalam dinamika persenjataan juga dikenal adanya arms build-up yang meliputi peningkatan belanja militer (anggaran militer), personil militer, dan modernisasi sistem persenjataan.