Dalam kajian keamanan internasional, isu mengenai kekuatan militer negara dan konsep mengenai power ada pada posisi teratas. Aktor yaitu negara harus melengkapi kekuatan militer untuk menjaga stabilitas keamanan domestik dan internasional.  Dari perang klasik, perang dunia, dan perang dingin, kekuatan militer terus saling bersaing antar negara.

Modal yang diperlukan dalam membangun stabilitas politik dan keamanan internasional harus didukung oleh stabilitas domestik terlebih dahulu. Yang menjalankan dan mewujudkan urusan domestik adalah aktor-aktor non negara. Antara lain, institusi sosial, hubungan individual, dan organisasi baik pemerintah maupun swasta. Termasuk di antaranya adalah perusahaan media. Peran aktor non-negara ini terlihat dalam jalan cerita yang disuguhkan oleh film State of Play.

Lebih lanjut, analisa yang muncul mengenai film ini dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Pergeseran peran wartawan, polisi, dan pemerintah.

Polisi tidak banyak berperan dalam hal menyelidiki pembunuhan dan sebetulnya bukan satu-satunya kunci untuk menyelesaikan kasus. Mereka sendiri terlihat enggan untuk bekerja sama dengan wartawan karena dalam beberapa adegan, terlihat upaya untuk menutup-nutupi data seputar kasus. Begitu pula sebaliknya pihak wartawan. Penyerahan data dari wartawan baru dilakukan setelah kasus penembakan yang mengancam jiwa salah satu wartawan yaitu Della. Kasus ini lebih banyak diselidiki oleh wartawan dan media. Bahkan, untuk mempertegas peran wartawan, film ini lebih banyak menggambarkan aksi wartawan dalam melakukan penyelidikan ketimbang menulis dan mengejar berita.

Lebih jelas lagi, dalam beberapa adegan diceritakan Cal (jurnalis) bekerja menyelidiki dan mencari beritta atas idealismenya. Untuk itu, Cal harus bertikai dan berselisih pendapat dengan pimpinan redaksi dalam hal produksi berita. Apa yang Cal ketahui tak ingin ia turunkan ke dalam sebuah berita karena ia mengingkan reportase yang lengkap dan sahih. Bukan sekedar isu. Sementara pimpinan redaksi  mencerminkan kepentingan perusahaan swasta media. Yang ia inginkan adalah agar medianya tetap bertahan, meraup peningkatan oplah, sehingga mampu mengungguli media lain. Caranya, dengan memuat apapun perkembangan berita yang terjadi seputar kasus Stephen Collins dan Sonia Baker.

2. Keterlibatan perusahaan militer swasta dalam keamanan domestik dan internasional.

Yakni, Point-Crop yang merupakan perusahaan swasta sekaligus kontraktor tentara militer untuk Perang di Irak dan Afghanistan. Perusahaan. Perusahaan ini menerapkan sistem outsource dan menyediakan tentara bayaran untuk berperang. Point-Corp didirikan pada Perang Teluk pertama dan memiliki struktur serupa seperti halnya Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Perusahaan inilah yang tengah diinvestigasi oleh Stephen Collins, Senator dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Fokus penyelidikan itu antara lain, Point-Corp yang tidak memiliki tanggung-jawab moral kepada siapapun dan mereka dibayar untuk itu. Jadi fokus utamanya adalah mendapatkan uang dengan menjalankan tugas utamanya yaitu menembak musuh termasuk warga negara Amerika, baik tentara ataupun bukan. Hal ini tentu menyalahi aturan militer ketentaraan yang menyebutkan bahwa senjata hanya bisa digunakan terhadap tentara dengan yang mengenakan atribut militer. Jadi, meskipun ia tentara tapi tengah tidak mengenakan atribut militer seperti baju tentara atau senjata, maka ia dianggap sebagai warga sipil yang tak boleh ditembak.

3.A good soldier fight for his country and his friends.

Hal ini diucapkan oleh Robert Bingham, tentara yang terganggu psikologinya seusai kembali dari tugas di tempat konflik. Bingham adalah teman medan perang Collins dan hubungan mereka sangat dekat. Sayangnya, gangguan psikologi membuat Robert salah mengartikan prinsip bahwa tentara yang baik adalah ia yang mau berjuang untuk negara dan temannya.Sebagai seorang tentara, Robert memiliki kemampuan menembak dan kelengkapan persenjataan. Kejituan dalam hal menembak menjadikan posisinya sebagai pembunuh menjadi hal yang mengancam.

Pertemanan dan loyalitas Bingham dimanfaatkan oleh Collins untuk menyelidiki dan memata-matai Sonia. Sebab sebenarnya Collins sudah merasakan curiga kepada Sonia. Collins menugaskan Bingham untuk mematai-matai saja. Dalam tugas ini, Bingham tak segan memakai senjata kepada setiap orang yang ia anggap mengganggu tugasnya. Pemakaian senjata terhadap kedua korban (selain Sonia Baker) ditujukan untuk melindungi kepentingan sendiri, yaitu kepentingan Robert dan Stephen dengan cara menghilangkan saksi korban (orang-orang yang tidak sengaja bersinggungan dengan Bingham). Di satu sisi, apa yang dilakukan Robert merupakan hal yang rasional karena ia berusaha melindungi sesuai dengan prinsipnya di atas. Termasuk saat membunuh Sonia Baker, padahal tidak ada instruksi dari Collins untuk melakukan hal ini. Alasannya membunuh, karena Sonia adalah mata-mata Point-Corp yang sengaja ditempatkan bekerja sebagai asisten Collins.

4. Penggunaan aktor-aktor non negara dan keterlibatan unsur domestik dalam keamanan:

– “single girl in the corridors of power”. Hal ini mengacu kepada sosok Sonia, yaitu orang titipan Point-Corp atas rekomendasi dari orang dalam Departemen Pertahanan yang melibatkan pula media relasi (PR. Tugasnya, untuk melaporkan setiap tindakan Collins dengan berbagai cara, termasuk menjalin hubungan asmara dengan Collins demi mendapat info lebih banyak lagi. Sonia menyetujui tugas ini, karena ia punya kepentingan pribadi dan jumlah hutang yang banyak. Dengan menerima tugas, semua hutangnya bisa dilunasi.

Selain itu, sedikit menyinggung soal teori feminism dalam hubungan internasional, yang menilai bahwa konflik keamanan seringkali memunculkan wanita sebagai korbannya. Misalnya pada saat perang, wanita harus kehilangan suami, ayah, dan anak. Sehingga, kemudian mereka yang harus berjuang untuk mempertahankan hidupnya dan bekerja. Dalam hal ini, Sonia adalah korban dari konflik dari investigasi yang dilakukan oleh Collins. Bahwa Sonia dimanfaatkan sebagai mata-mata, sementara ia harus juga berjuang dengan perasaannya sendiri karena ternyata ia benar-benar jatuh cinta kepada Collins. Apalagi, ia dibunuh di saat tengah mengandung anak Collins.

– Aktor domestik lain yang ikut terganggu keamanannya  berkaitan dengan kasus pembunuhan Sonia. Misalnya, beberapa pihak(warga sipil) yang dekat dengan Sonia tak ingin dimintai keterangan. Wajar saja sebab urusan keamanan internasional diannggap menjadi risiko yang besar.

Selanjutnya, dapat disimpulkan bahwa stabilitas keamanan internasional dapat dipengaruhi oleh banyak peran dari dalam negara atau domestik. Salah satunya, dari orang-orang yang menjalankan Departemen Pertahanan. Skandal, konspirasi, intrik yang berlangsung di antara para pelaku dapat berkembang menjadi isu keamanan yang pelik. Misalnya, bagaimana Collins melibatkan Bingham untuk memata-matai Sonia namun akhirnya berujung kepada tindakan kriminal. Dalam hal ini, tata pelaksanaan yang salah soal ideologi juga menjadi hal yang menarik untuk dibahas. Seseorang yang kurang waras menjadi tokoh penting yang dapat mengancam keamanan, seperti tokoh yang pernah ada dalam sejarah dunia yaitu Hitler.

Meski disebut sebagai fenomena yang lumrah terjadi, namun dari pandangan awam, intrik mengenai skandal dan konspirasi menjadi penyumbang utama terbentuknya rasa ketidakamanan. Sebagai contoh, perselingkuhan antara Collins dan Sonia harus ditutup rapat karena hal ini akan mempengaruhi keamanan posisi dan jabatan Collins. Rasa ketidakamanan juga dimunculkan oleh Bingham, yang tak hanya menjatuhkan sasaran kepada orang tertentu. Tetapi, kepada warga sipil yang tak bersalah. Dengan kata lain, kalau secara tidak sengaja, A melihat B ketika tengah membunuh C. Dan pada kenyatannya, ketidaksengajaan ini harus dibayar lewat kematian. Kurang adil rasanya.

Daftar Pustaka

Kegley, Charles W. World Politics: Trend and Transformation. USA: Wadsworth Cengage Learning, 2009.

Tickner and Sjoberg. “Feminism” in International Relations Theories. ed.Tim Dunne, Milja Kurki, and Steve Smith. New York: Oxford University Press Inc. 2010.

Viotti & Kauppi. International Relations and World Politics 4th edition Security, Economy, Politics. New Jersey: Pearson International Edition. 2009.